Distribusi Pangan
Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat rentan, wilayah pelosok, panti sosial, komunitas binaan, serta daerah terdampak kondisi darurat.

Foodbank of Indonesia
Perubahan besar lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Melalui donasi, kemitraan, dan kolaborasi, setiap orang dapat menjadi bagian dari gerakan berbagi yang nyata.
Pilih cara Anda untuk ikut bergerak bersama Foodbank of Indonesia mewujudkan akses pangan yang adil dan berkelanjutan.
Mari Berkontribusi
Dukungan Anda membantu menghadirkan akses pangan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap kontribusi menjadi bagian dari gerakan berbagi dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Dikelola oleh Yayasan Lumbung Pangan Indonesia, tercatat dan dilaporkan secara transparan.
Pilih nominal donasi
Gagal memproses donasi. Silakan coba lagi.
Anda akan diarahkan ke halaman pembayaran yang aman.
Salurkan bantuan berupa bahan pangan, makanan layak konsumsi, maupun kebutuhan pokok lainnya untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hubungi tim kami untuk koordinasi penyaluran donasi pangan.
Kolaborasi
Kami percaya bahwa perubahan besar lahir dari kolaborasi. Foodbank of Indonesia membuka peluang kerja sama bersama perusahaan, komunitas, institusi, maupun individu untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Kolaborasi program jangka panjang untuk memperluas jangkauan dan dampak sosial bersama.
Wujudkan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program pangan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Berkolaborasi dalam kampanye sosial untuk menggerakkan kepedulian publik yang lebih luas.
Libatkan tim dan komunitas Anda sebagai relawan dalam aksi kemanusiaan FOI.
Perkuat gerakan melalui dukungan media dan jaringan komunitas untuk dampak yang lebih luas.
Mari bangun kolaborasi yang berdampak bersama kami!
Jejak Nyata
Setiap kontribusi yang diberikan melalui Foodbank of Indonesia menjadi bagian dari langkah nyata dalam memperluas akses pangan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama donatur, mitra, relawan, dan komunitas, berbagai program kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Kontribusi
Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat rentan, wilayah pelosok, panti sosial, komunitas binaan, serta daerah terdampak kondisi darurat.
Bersama berbagai perusahaan, komunitas, institusi, dan relawan untuk memperluas dampak sosial yang lebih berkelanjutan.
Dampak
Setiap kontribusi yang tersalurkan menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kontribusi yang diberikan membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang layak dan bergizi.
Bantuan yang disalurkan menjadi dukungan nyata bagi keluarga dan komunitas yang membutuhkan.
Pemanfaatan pangan secara lebih bijak membantu mengurangi potensi makanan terbuang dan meningkatkan nilai kebermanfaatannya.
Mendorong semangat berbagi, gotong royong, dan kolaborasi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
Akuntabilitas
Foodbank of Indonesia berkomitmen untuk memastikan setiap kontribusi dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui dukungan berbagai pihak, kami terus berupaya membangun gerakan sosial yang berdampak, inklusif, dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
Mari Bergerak
Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Bersama, kita dapat menghadirkan harapan, memperluas akses pangan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.
Kampanye
Gerakan kampanye Foodbank of Indonesia mengajak masyarakat bergerak bersama — dari dapur keluarga hingga lumbung komunitas — menuju Indonesia yang merdeka dari kelaparan.
GIM Mustikarasa


Budaya pangan Indonesia merupakan warisan tak ternilai yang mencerminkan hubungan harmonis manusia dengan alam, komunitas, dan nilai-nilai spiritual. Setiap proses memasak menyimpan pengetahuan lokal dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, modernisasi dan industrialisasi pangan telah menyusutkan keberagaman pangan lokal, membuat masyarakat semakin menjauh dari bahan pangan dan rempah asli. Padahal, Indonesia kaya akan lebih dari 28.000 spesies tumbuhan pangan, dengan 9.600 di antaranya teridentifikasi sebagai tanaman obat.
Seiring perubahan gaya hidup modern dan kemudahan akses terhadap produk pangan instan, budaya memasak semakin ditinggalkan. Menurunnya keterampilan memasak dengan bahan pangan lokal dan rempah asli memicu kekhawatiran akan hilangnya pengetahuan lokal serta identitas budaya yang melekat pada praktik memasak. Karena itu, Foodbank of Indonesia melihat urgensi untuk menghidupkan kembali fungsi dapur keluarga sebagai fondasi dan titik strategis dalam membangun kedaulatan pangan.
Melalui Gerakan Indonesia Memasak (GIM) Mustikarasa, FOI mengajak masyarakat melestarikan budaya memasak dengan bahan pangan lokal dan rempah-rempah, mengusung tiga misi utama: mengokohkan ketahanan pangan keluarga; menyejahterakan petani dan pelaku UKM pangan; serta mendukung kedaulatan pangan Indonesia dengan mengangkat budaya rasa, teknik memasak, dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa.
Be a Hero

Sistem pangan dunia menyumbang 8–13% emisi gas rumah kaca global. Pembusukan makanan menghasilkan gas metana (CH₄) yang jauh lebih berbahaya dari CO₂ dalam memicu pemanasan global. Sementara itu, 39% makanan di Indonesia masih terbuang — setiap makanan yang tidak dihabiskan turut mempercepat perubahan iklim.
Setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap pangan yang ia tanam, miliki, beli, masak, dan makan. Kesadaran akan kemubaziran pangan perlu tumbuh dari pengalaman langsung, di tempat makanan disajikan dan dinikmati.
Foodbank of Indonesia berkomitmen mengurangi food waste melalui edukasi dan aksi kolaboratif. Kampanye “Be a Hero: Habiskan, atau Berbagilah” mengajak masyarakat menjadi pahlawan bumi lewat aksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Lumbung Pangan


Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor pangan dan gizi yang tidak lagi sekadar menyangkut ketersediaan makanan, tetapi juga menyentuh masa depan kualitas generasi bangsa. Kondisi modern membuat masyarakat rentan bergantung pada pangan murah rendah gizi yang berdampak pada meningkatnya risiko malnutrisi dan gangguan tumbuh kembang anak.
Indonesia sesungguhnya memiliki tradisi lumbung pangan sebagai bentuk kedaulatan pangan berbasis gotong royong, di mana masyarakat menyimpan sebagian hasil panennya untuk menghadapi paceklik, gagal panen, maupun bencana. Lumbung desa bukan hanya tempat menyimpan pangan, melainkan simbol solidaritas sosial dan daya tahan masyarakat. Namun modernisasi pertanian, perubahan pola konsumsi, dan ketergantungan pada distribusi eksternal perlahan membuat keberadaannya memudar.
Karena itu, menghidupkan kembali semangat lumbung pangan bukan sekadar upaya menjaga cadangan pangan, melainkan juga membangun kembali solidaritas masyarakat, budaya berbagi, dan kedaulatan pangan berbasis komunitas.