Program Utama

Dari seribu hari pertama kehidupan hingga tanggap darurat bencana, program-program Foodbank of Indonesia hadir di setiap titik rentan dalam kehidupan masyarakat. Setiap program berakar pada semangat yang sama: membuka akses pangan yang adil, menghidupkan kembali pangan lokal, dan memberdayakan perempuan serta komunitas untuk mandiri pangan.

Intervensi gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Sayap Dari Ibu

Dokumentasi program Sayap Dari Ibu
Dokumentasi program Sayap Dari Ibu
Dokumentasi program Sayap Dari Ibu

Sejak tahun 2017, SADARI telah mendampingi 150 relawan untuk mendukung 520 balita serta 80 ibu hamil dan menyusui di 15 wilayah.

Pemenuhan kebutuhan gizi, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan, adalah upaya pertama untuk menghindari stunting. Pemenuhan kebutuhan gizi ini meliputi nutrisi selama kehamilan dan masa kanak-kanak hingga usia dua tahun. Kesehatan ibu hamil dan anak-anak juga harus dijaga dengan menerapkan gaya hidup sehat. Sayangnya, perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah sering menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan, sehingga mereka berisiko mengalami kekurangan gizi dengan dampak jangka panjang.

Karena tantangan-tantangan ini, Foodbank Indonesia memulai program Sayap Dari Ibu, sebuah intervensi gizi jangka panjang untuk mendukung pemenuhan nutrisi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui selama periode pertumbuhan kritis. Tujuannya adalah untuk menghubungkan kembali keluarga dengan sumber makanan di sekitar mereka, membantu ibu dan balita mendapatkan akses langsung ke makanan bergizi dan sehat yang mengutamakan sumber daya lokal.

Foodbank Indonesia berkolaborasi dengan Posyandu (pos pelayanan terpadu) untuk menyediakan makanan tambahan dan pendidikan pengasuhan anak bagi ibu dan anak melalui Sayap Dari Ibu (SADARI). Melalui pendekatan holistik, SADARI adalah gerakan memasak dan berbagi makanan bergizi, sebuah platform untuk sesi pendidikan guna meningkatkan kesadaran tentang kebiasaan makan sehat dan strategi pengasuhan anak. SADARI memberdayakan perempuan dalam produksi, distribusi, dan pengolahan makanan di dalam komunitas mereka. Selain itu, SADARI menyelenggarakan pelatihan untuk kader dan ibu dalam penyediaan makanan sehat dan praktik pertanian rumahan berkelanjutan, sehingga mereka dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga mereka.

Program pangan sekolah berbasis komunitas

Mentari Bangsaku

Dokumentasi program Mentari Bangsaku

Mentari Bangsaku telah bermitra dengan 2.375 sekolah dengan jumlah 303.631 siswa.

Pada Maret 2024, FOI menerbitkan survei di 13 kota, menunjukkan bahwa 23,6% anak prasekolah mengalami kerawanan pangan. Setelah sarapan, 44,2% responden merasa konsentrasi anak mereka meningkat selama belajar. Lebih lanjut, 44% responden merasa anak lebih aktif dan berenergi setelah sarapan secara teratur.

Keterbatasan akses anak-anak kita terhadap makanan disebabkan oleh ketidakcukupan yang menyebabkan ketidakberlanjutan, diperparah oleh terputusnya hubungan antara anak-anak dan sumber makanan lokal mereka. Anak-anak lebih menyukai makanan ultra-olahan dengan asupan nutrisi rendah dan memiliki sedikit ketertarikan pada makanan sehat dan beragam. Makanan lokal mencerminkan identitas suatu daerah dan bangsa. Dengan menggunakan makanan lokal yang bersumber dari masyarakat setempat, anak-anak belajar tentang asal-usul makanan yang kita konsumsi dan bagaimana makanan tersebut dapat diolah untuk dinikmati dan dikonsumsi sehari-hari.

Dalam mewujudkan perubahan ini, Foodbank Indonesia memulai Mentari Bangsaku, yang berfokus pada pengurangan kelaparan dan peningkatan proses pembelajaran anak-anak melalui lembaga pendidikan. Dalam jangka pendek, penyediaan makanan memastikan anak-anak dapat belajar lebih baik tanpa hambatan kelaparan, memungkinkan mereka tumbuh dan belajar secara optimal dalam meraih impian mereka. Dalam jangka panjang, anak-anak diperkenalkan dengan makanan lokal yang beragam, mendukung mereka tumbuh sehat dengan asupan nutrisi yang cukup. Melalui upaya kolaboratif kami dengan guru dan orang tua, kami bertujuan membantu anak-anak membangun kebiasaan makan sehat dan mengenal lebih banyak jenis makanan, terutama makanan dan rempah-rempah lokal.

Program pangan sekolah berjuang mendekatkan pangan yang baik pada anak-anak di lembaga sekolah serta memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk menjadi mentari bangsa di masa depan.

Dapur komunitas penyelamat dan pengolah pangan

Dapur Pangan FOI

Dokumentasi program Dapur Pangan FOI
Dokumentasi program Dapur Pangan FOI
Dokumentasi program Dapur Pangan FOI

FOI telah memberdayakan lebih dari 300 dapur di 40 kota/kabupaten.

Ribuan keluarga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, terus berjuang untuk memastikan mereka dapat memberi makan diri sendiri dan orang-orang terkasih. Tantangan yang disebabkan oleh kemiskinan dan akses pangan yang tidak berkelanjutan diperparah oleh pergeseran preferensi makanan, karena masyarakat mengonsumsi lebih sedikit makanan sehat yang terbuat dari bahan makanan lokal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang ketersediaan dan manfaat makanan lokal, kecenderungan yang semakin meningkat untuk membeli makanan daripada mengolahnya secara lokal, dan perkembangan selera yang seragam, membuat cita rasa otentik Indonesia menjadi asing bagi generasi saat ini.

Foodbank Indonesia menyadari urgensi untuk menghidupkan kembali makanan lokal dan signifikansi budayanya melalui komunitas dan dapur. Dengan memanfaatkan makanan lokal yang bersumber dari komunitas sekitar, masyarakat didorong untuk memahami asal-usul makanan yang kita konsumsi dan menghidupkan kembali kekayaan budaya makanan Indonesia. Dapur Pangan Foodbank Indonesia (DPF) mengundang para ibu, perempuan, remaja, dewasa muda, dan masyarakat Indonesia untuk menemukan kembali kekayaan makanan dan rempah-rempah lokal yang hilang dan terlupakan, melalui kegiatan memasak dan berkebun yang saling terkait.

DPF menyediakan makanan siap saji untuk komunitas rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan pekerja sektor informal. Program ini mengadopsi pendekatan berbasis komunitas untuk menyelamatkan dan mendistribusikan makanan. DPF memanfaatkan surplus makanan dari mitra ritel, produsen makanan, dan masyarakat setempat untuk didistribusikan kembali kepada mereka yang membutuhkan, kemudian mengolahnya menjadi makanan siap saji di dapur komunitas. Relawan memainkan peran kunci dalam persiapan dan distribusi makanan melalui masjid, sekolah, dan jaringan komunitas lainnya yang diidentifikasi sebagai penerima manfaat utama. Dalam situasi darurat, DPF juga mendirikan dapur darurat untuk daerah yang terkena bencana.

KEPAK — pertanian alami yang dipimpin perempuan

Kebun Pangan Komunitas

Dokumentasi program Kebun Pangan Komunitas
Dokumentasi program Kebun Pangan Komunitas

KEPAK mengelola 5 kebun aktif dari desa hingga perkotaan (2 komunitas, 3 sekolah), serta mendampingi petani di Bogor dalam penerapan pertanian alami sejak 2020.

Komunitas yang berisiko mengalami kerawanan pangan menderita karena terputusnya hubungan dengan sumber pangan mereka. Ketergantungan pada pengadaan pangan dari luar dan hanya membeli dari pasar yang tidak berkelanjutan membuat komunitas rentan pada saat kelaparan atau bencana alam. Kebutuhan untuk membangun sumber pangan alami dan mandiri bagi komunitas menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Untuk mengatasi urgensi ini, FOI meluncurkan inisiatif yang dipimpin perempuan untuk menanam pangan lokal melalui KEPAK (Kebun Pangan Komunitas), yang mendekatkan komunitas dengan sumber pangan berkelanjutan. Upaya ini bertujuan memberdayakan perempuan, meningkatkan akses terhadap pangan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama di lingkungan setempat. Dengan sumber pangan komunal, KEPAK membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan untuk mencapai ketahanan pangan komunitas. Melalui upayanya, KEPAK menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kerja sama timbal balik serta menyediakan alat pendidikan untuk memperluas pengetahuan tentang pangan lokal. Belajar dari leluhur kita, KEPAK melestarikan benih asli dari daerah setempat, menjaga ketersediaan pangan yang tumbuh paling baik di daerah tersebut.

Berbekal kesuksesan inisiatif ini, FOI melanjutkan kerja samanya dengan KEPAK hingga tahun 2024, membantu masyarakat mencapai ketahanan pangan dengan semangat kerja sama yang kuat. FOI mendukung perempuan dalam mengubah lahan terbuka di sekitar rumah mereka menjadi kebun yang subur, memungkinkan mereka menanam makanan yang kemudian diolah di Dapur Pangan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dan lansia di komunitas mereka.

Sistem sosial menuju ketahanan pangan komunitas

Kampung Merdeka

Kampung Merdeka adalah kerangka sistem sosial dalam sebuah komunitas untuk mencapai ketahanan pangan melalui proses pengintegrasian antara produksi, pengolahan, dan distribusi pangan, terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan pekerja informal).

Dokumentasi program Kampung Merdeka
Dokumentasi program Kampung Merdeka
  • 01

    Kebun Pangan Komunitas

    KEPAK berfokus pada produksi dan pengembangan tanaman lokal yang beragam dan berkelanjutan. KEPAK mendorong produksi pangan alami dan mendekatkan keluarga dengan sumber pangan lokal yang beraneka ragam, serta mengajak petani menghidupkan kembali adat dan budaya seputar tanaman dan panen yang diwarisi dari leluhur kita.

  • 02

    Lumbung Pangan Komunitas

    Sebagai warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, lumbung pangan mencerminkan kearifan leluhur dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Lumbung dimanfaatkan untuk menyimpan sumber daya pangan menghadapi musim paceklik serta menyediakan cadangan pasokan makanan untuk keadaan darurat seperti penyakit dan bencana alam.

    Kampung Merdeka berpusat pada kegiatan lumbung pangan masyarakat untuk perwujudan solidaritas sosial. Dengan menyimpan hasil panen dalam lumbung untuk kebutuhan bersama, masyarakat dapat mengantisipasi kekurangan pangan akibat paceklik atau bencana, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal untuk menjaga ketahanan pangan.

  • 03

    Gotong Royong Sosial

    Bahan pangan yang dihimpun dalam lumbung diperuntukkan bagi kebutuhan bersama. Kampung Merdeka menghidupkan upacara dan tradisi adat sebagai penghargaan terhadap alam, yang dirayakan dengan menikmati makanan dari lumbung bersama-sama. Pengolahan makanan melestarikan budaya memasak dengan pangan lokal dan rempah, melibatkan keluarga, ibu, dan masyarakat setempat. Dapur masyarakat juga bergerak untuk distribusi makanan dari lumbung sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan.

Keadilan pangan dalam kemeriahan hari raya

Qurban Hingga Pelosok

Sejak tahun 2015, Foodbank of Indonesia telah menyalurkan daging qurban di daerah-daerah pelosok dengan menghidupkan semangat gerakan gotong royong dan kearifan lokal dalam kemeriahan hari raya.

Dokumentasi program Qurban Hingga Pelosok
Dokumentasi program Qurban Hingga Pelosok
  • 01

    Menggerakkan Keadilan Pangan

    Qurban Hingga Pelosok menggerakkan pemerataan akses distribusi hasil qurban yang umumnya terfokus di daerah urban padat penduduk, dengan mengutamakan daerah pelosok yang membutuhkan — khususnya pemukiman terluar dan terpencil yang jarang berkesempatan mengonsumsi daging.

  • 02

    Membangun Ekonomi Sirkuler

    Qurban Hingga Pelosok menyalurkan hewan qurban dari peternak setempat kepada warga desa. Hewan qurban diantarkan langsung dari warga untuk warga, agar peternak berdaya dan masyarakat desa merasakan manfaatnya.

  • 03

    Menghidupkan Kearifan Lokal

    Qurban Hingga Pelosok melestarikan kearifan lokal dengan proses pengolahan dan pembagian yang sesuai dengan adat setempat. Penyembelihan dan pemotongan daging dilakukan secara gotong royong oleh warga. Daging qurban diolah menjadi kuliner khas lokal dengan sentuhan rasa pangan lokal dan rempah, dan warga desa menjalin silaturahmi dengan menikmati hidangan Hari Raya bersama.

RED — Dapur Bencana Ramah Anak

Response to Emergency and Disaster

Dokumentasi program Response to Emergency and Disaster

Setelah bencana surut, anak-anak yang terdampak masih terjebak dalam kondisi rentan. Di saat ancaman nyawa sudah teratasi, mereka masih menghadapi tidak adanya tempat tinggal, serta hilangnya rutinitas, rasa aman, dan akses terhadap makanan bergizi. Dalam situasi ini, dapur juga menjadi ruang perlindungan dan pemulihan awal.

Melalui Response on Emergency and Disaster (RED), Foodbank of Indonesia menghadirkan Dapur Bencana Ramah Anak untuk memastikan anak-anak, lansia, serta ibu hamil dan menyusui tetap mendapatkan makanan hangat, aman, dan bergizi secara rutin selama masa darurat bencana hingga pemulihan pasca bencana.

Dapur ini dikelola bersama komunitas dan relawan lokal, menghadirkan hidangan sederhana yang menenangkan, sekaligus menciptakan ruang yang lebih aman dan ramah bagi anak-anak untuk kembali merasakan perhatian dan kepedulian.

Selain intervensi pangan, RED juga menyalurkan bantuan perlengkapan rumah tangga meliputi peralatan mandi, selimut, alat penerangan, popok, serta peralatan dapur dasar guna mendukung pemulihan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat terdampak.