Mentari bangsaku merupakan program holistik mencakup intervensi dan gizi kepada siswa PAUD dan SD. Program yang dilaksanakan dalam bentuk pemberian makanan gizi seimbang disertai dengan edukasi mengenai edukasi ini, berangkat dari masih banyaknya anak-anak berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar.

Menurut survey yang dilakukan oleh FOI, angka kelaparan di sekolah tingkat PAUD mencapapi 30-50%. Perut yang lapar dapat mengakibatkan menurunnya konsentrasi siswa pada saat belajar. Selain itu, memiliki kemungkinan mengalami kesulitan untuk menerima pelajaran yang baik. Rasa lapar ini menyebabkan timbul rasa malas, lemas, lesu, lebih emosional, gelisah, dan anemia. Hal ini tentu mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, pelajaran pun tidak dapat diserap dengan sempurna.

Kelaparan ini biasanya terjadi karena kemiskinan, kurangnya pengetahuan dan kesibukan orang tua.
Saat ini program Mentari Bangsaku telah beroperasi di beberapa wilayah Jakarta dan Banten, di antaranya Cilincing, Manggarai, Menteng, Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan Serang. Dengan penerima maanfaat sebanyak 5 SD dengan jumlah siswa mencapai 1439 siswa dan 143 PAUD dengan jumlah siswa mencapai 9624 siswa.

Anak-anak merupakan mentari bangsa yang menentukan masa depan negara. Penting untuk diberikan edukasi mengenai pembentukan pola hidup sehat. Pembentukan pola sehat ini tentunya perlu melibatkan keluarga dan guru, sebagai pemberi pengaruh yang paling kuat pada anak.


Sayap Dari Ibu merupakan program holistik berupa intervensi pangan balita usia 2-5 tahun yang memiliki status gizi di garis kuning dan di bawah garis merah berdasarkan Kartu menuju sehat serta edukasi mengenai pangan dan gizi untuk orang tua dan relawan agar kelak anak-anak dapat memiliki sayap untuk menggapai tinggi cita-cita.

Gizi sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Anak yang kurang gizi akan tumbuh lebih pendek. Anak-anak yang kurang gizi juga mengalami kelambatan pertumbuhan otak maupun perkembangan kognitif, yang berdampak terhadap keberhasilan pendidikan formal di sekolah, dan tentunya mengakibatkan rendahnya kualitas hidup. Berdasarkan data dari Pemantauan Status Gizi (PSG) Kemenkes pada tahun 2016, sepertiga anak-anak Indonesia mengalami stunting,

menempatkan negeri ini di posisi kelima stunting dunia dan diperkirakan gagal mengatasi masalah ini hingga tahun 2030 sesuai yang diamanatkan pada SDG’s no. 2. Program ini melibatkan beberapa pihak dalam pelaksaannya, seperti Pemerintah Daerah, Puskesmas, PAUD, SD dan Majelis Taklim. Daerah operasi program ini adalah Cilincing (Jakarta Utara), Subang (Jawa Barat) dan Mungkid (Magelang, Jawa Tengah).

Di wilayah Mungkid, Magelang program SADARI yang telah dilaksanakan selama 6 bulan mencapai keberhasilan dengan hasil positif yaitu sekitar 70% anak mengalami kenaikan berta badan dan peningkatan status gizi. Selain itu, berkurangnya jumlah BGM (Bawah Garis Merah) dan meningkatnya jumlah anak di garis hijau dan terang.

pospangan-img

Pos Pangan

Pos Pangan merupakan program pemberian asupan makanan untuk lansia, orang yang sakit, dan kaum dhuafa di daerah miskin perkotaan. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan harapan hidup bagi lansia, menjembatani masyarakat yang memiliki makanan berlebih dengan yang kekurangan, serta mengajak masyarakat untuk lebih peka dan mau berbagi untuk masyarakat di sekelilingnya. Pos Pangan telah berjalan di wilayah Kebayoran Baru dengan jumlah lansia 50 orang, dan di wiliyah Cilincing dengan jumlah lansia 5 orang. Program pemberian asupan pangan ini dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis di setiap minggunya. Melalui program ini FOI telah membagikan belasan ribu porsi makanan pada lansia dan warga kurang mampu. Dalam pelaksanannya FOI dibantu oleh relawan setempat untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat. Makanan yang diberikan berupa nasi, lauk pauk, buah dan susu.

indonesia-ceria2

Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita)

Indonesia Ceria merupakan program kerja sama dengan berbagai pihak (Pemerintah, Dunia Usaha, Lembaga Masyarakat dan Media) unttuk bersinergi membantu permasalahan pangan dan gizi yang diusung dalam sebuah cerita baik bersama. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam program ini adalah JNE Express dan Super Indo. Kontribusi yang diberikan oleh JNE, sebagai perusahaan logistik besar adalah pendistribusian ulang brang berupa makanan. Sementara Super Indo, salah satu super market besar di Indonesia berkontribusi dalam pemberian makanan dan minuman untuk diberikan kepada nasabah FOI. Selain dengan dunia usaha, program ini bekerjasama dengan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA RI), Kedeputian Bidang Tumbuh Kembang Anak. Program ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi serta menggalakkan pertanian berkelanjutan.

Terima Kasih Kepada :




Donasi